Oleh: teguhsan | Januari 29, 2009

Hidupku bukan hanya milikku…

Setiap hari aku terbangun dari lelapnya tidur dengan sebuah kehidupan baru,
setiap saat dengan dada membusung aku katakan : “ini hidupku”,
dan karenanya aku tidak ingin orang lain masuk dan mencampurinya,
aku ingin bebas melakukan apa saja yang aku mau,
aku ingin dapat melakukan apa saja yang aku suka,
karena ini adalah hidupku sendiri,
tanpa pernah menyadari kalau hidupku ternyata bukan hanya milikku seorang sama sekali.

Hidupku adalah milik Tuhanku,
karena Dia yang menciptakanku, menyulamku menjadi janin mungil dalam rahim ibuku,
meniupkan nafas kedalam hidungku,
mengalirkan darah kedalam pembuluhku,
dan karena akhirnya aku akan kembali ke pangkuan-Nya.

Hidupku adalah milik ibuku,
karena dia telah mengandung, melahirkan dan menyusuiku,
dia mengisi hatiku dengan cintanya,
dan menampung air mataku dengan tangan sucinya,
karena dia berjanji berjalan disampingku sampai akhir hayatnya.

Hidupku adalah milik ayahku,
karena dia menjaga dan melindungiku sejak kanak-kanakku,
dia membuatku bisa hidup dan berkembang,
dengan pengorbanan dia tidak bisa selalu berada di dekatku,
ya , tapi dia berjanji selalu ada untuk mengangkatku saat terjatuh.

Hidupku adalah milik saudara-saudariku,
karena mereka mencintaiku seolah aku adalah bagian dari tubuh mereka,
menangis dan tertawa bersamaku.

Hidupku adalah milik pendampingku,
karena aku telah berjanji didepan Tuhan dan dunia;
bahwa aku akan bersamanya selama jantungku masih berdenyut,
karena untuk aku, dia telah meninggalkan dunianya jauh di belakang,
hidup, bernafas, tersenyum, dan bersedih denganku.

Hidupku adalah milik anak-anakku,
karena Tuhan pernah berbisik kepadaku : “ini adalah milik-Ku,
kutitipkan kepadamu, dan buktikan cintamu kepada-Ku lewat keberadaan mereka”,
karena anak-anakku selalu menungguku kepulanganku.

Hidupku adalah milik sahabat-sahabatku,
milik mereka yang menanyakan kabarku,
mereka yang tersenyum padaku,
mereka yang mau menampung bebanku,
mereka yang menepuk pundakku,
mereka yang memintaku berhenti merokok,
mereka yang bahagia denganku,
mereka yang mentertawai kebodohanku,
mereka yang selalu mengharapkan kehadiranku,
mereka yang berjalan di sampingku,
mereka yang mengatakan aku mencintaimu,
karena kesedihanku akan menjadikan hari terasa suram bagi mereka,
dan kegembiraanku akan menjadi penambah semangat bagi mereka,
karena sakitku akan terasa sakit juga bagi mereka,
dan senyumku akan menjadi senyum mereka pula.

Betapa bodohnya bila dalam hidupku,
aku menganggap hidupku hanya milikku sendiri,
padahal setiap detik hidupku adalah milik mereka yang mencintaiku dan menyayangiku,
milik mereka yang menungguku,
dan milik mereka yang pernah, sekarang dan akan ada dalam hidupku.

Hidup ini begitu indah, maka buatlah menjadi lebih indah dengan melakukan
segala sesuatu yang indah buat semua orang.

Oleh: teguhsan | Januari 13, 2009

Banjir..banjir….

Akhir2 ini sering aku lihat berita banjir dinegara ini,di jawa, sumatera, kalimantan, sulawesi………

Ga tau kenapa kok bisa banjir ya…???…..apakah ini cobaan dari Tuhan atau memang kesalahan kita yang kurang bener dlm memanfaatkan alam?

ga hujan aja banjir apalagi kalau musim hujan seperti ini, waduh ga bisa cerita deh..pokoknya banyak yang menderita…dari anak kecil sampai yang tua, dari orang ga punya sampai yang berada.

mungkin saja ini peringatan Tuhan karena kita lalai, mudah2an kita semua ( warga negara indonesia ) diberikan kesadaran akan pentingnya alam ini….sehingga bisa benar2 menghargai alam ini…amin….

Mudah2an para pemimpin kita kita menjembatani kondisi ini…..

Dan kita bisa ambil hikmahnya….

Oleh: teguhsan | Agustus 12, 2008

EMAK…

Kira-kira sembilan bulan-sepuluh hari aku tinggal dalam “guo garbo”  Emak. Dan selama itu pula Emak membawa aku kemana-mana. Makin lama beratku makin tambah, ini menyebabkan Emak kesulitan berjalan seperti biasa. sehingga Emak harus pelan-pelan berjalan dan itupun sambil memegangi pinggangnya yang terasa pegal dan sakit. Belum lagi kalau makan banyak pantangnya, maklum orang desa masih mempercayai hal-hal yang aneh. Dan ditambah rasa mual-mual jadi kesulitan untuk makan.

Makin lama tubuhku makin besar, Emak jadi serba salah untuk tidur ,miring salah telentang juga salah. Mendekati hari kelahiranku pinggang Emak semakin terasa sakit.Dan di hari H nya perut Emak mules-mules hebat bercampur rasa sakit yang ngga karuan. Dibimbing oleh seorang “Dukun bayi” ( dulu belum familier dg bidan / dokter ), dengan sekuat tenaga Emak berusaha mengeluarkan aku. masih diselikuti rasa sakit yang sangat hebat, Emak terus mengejan meskipun peluh sudah membasahi badannya dan tenaga sudah hampir habis……tapi berkat dorongan Bapak dan keluarga yang lain Emak terus berusaha meskipun rasanya ga kuat sampai akhirnya darah mulai keluar dan …………..akhirnya aku menghirup udara dunia ini.

Perjuangan Emak belum berakhir, setelah aku lahir. Emak harus merawat, mandiin, memberi minum asi, ganti popok, menjaga dikala malam karena aku sering ga tidur alias begadang. Apalagi disaat aku sakit, tidak karuan bingungnya Bapak dan Emak, sampai-sampai ga enak makan dan tidur….

Setelah aku agak besar, Emak masih terus merawat dan mendidik aku.Bekerja keras membanting tulang.Pagi harus pergi ke pasar untuk dagang dan sorenya menggarap sawah. Memang lelah , pasti…letih ,itu juga pasti……Tapi karena rasa sayang dengan keluarga Emak terus berjuang, dan menjalani semua ini dengan penuh keikhlasan, meskipun harus menjalani “single parent” ( Bapakku meninggal pada saat umurku krg lbh 3 thn ).

Sungguh besar apa  yang telah dilakukan untuk ku, mungkin nyawa ini tidak akan cukup untuk membalas semua itu. Memang Emak juga manusia , yang tidak luput dari salah dan dosa, aku coba mengerti dan memahami semuanya, mungkin kewajiban keluarga untuk saling mengingatkan satu sama lain.

Dari dalam lubuk hatiku , aku pengen membahagiakan Emak. entah itu dalam wujud apa aku sendiri juga belum tau pasti…..memang sampai sekarang tidak banyak yang bisa aku lakukan untuk Emak, aku hanya berusaha  sebaik-baiknya untuk tidak membuat sedih, atau mungkin karena jarak yang jauh karena sekarang aku merantau………..?……Maafkan aku ………………

Oleh: teguhsan | Agustus 4, 2008

GARWO

Hari minggu kemarin, dalam perjalanan pulang ke bekasi setelah menjenguk istri dan anak, saya asik dengerin siaran radio.setelah beberapa kali pencet gelombang akhirnya ketemu yang suaranya jernih dan kebetulan penyiarnya juga enak suaranya ( makanan kleee..).suerrr suaranya enak didenger. habis pakai logat jawa sih ( maklum sesama orang jawa ).penyiar tersebut mengatakan :……” garwo adalh sigaraning nyowo ( istri adlh belahan jiwa ) jadi istri/garwo bukan sekedar teman hidup, bukan sekedar teman tidur……tetapi istri adalah belahan dari saparo jiwa suami, istri adalah satu daging dengan suami. jadi suami harus mengutamakan istri, baru kemudian mengutamakan orang tua, keluarga, teman, dst…( gak nyambung soalnya jalanan lagi crowded )…………

Dan ternyata yang berbicara adalah sorang pendeta, tapi bagi saya yang notabennya muslim bukan masalah .Selama yang disampaikan adalah kebenaran .Yang pasti saya sangat terhenyak ( maaf kalau salah tulis) dan bener2 berkesan di hati saya yang baru setahun membina rumah tangga dan sudah dikaruniai seorang putra ( 3 bulan ).Apa yang disampaikan menyadarkan saya atas kekurangan dalam membina rumah tangga selama ini.

Dalam hati saya berdoa : Ya Allah jadikanlah keluarga hamba-Mu ini , menjadi keluarga yang Sakinnah ,Mawaddah,Warrohmah,…………amin

Oleh: teguhsan | Juli 30, 2008

kulo nuwun

Salam kenal buat blogger semua…..,

niat hati mau coba bikin corat coret , tapi maklum masih agak gaptek…..he…he…..

jadi belum ada tulisan yg diposting,

matur nuwun

Oleh: teguhsan | Juli 30, 2008

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Kategori